Jumat, 09 April 2010

ILmu Sosial Dan Budaya

I. PENDAHULUAN

a. Visi ISBD

Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam berkehidupan bermasyarakat.


b. Misi ISBD

Memberikan landasan dan wawasan yang luas ,serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.

c. Tujuan ISBD

1. Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat

2. Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan keserajatan manusia dengan landasan nilai estetika , etika dan moral dalam kehidpan bermasyarakat.

3. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktekkan pengetahuan akademik dan keahliannya





2. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Membahas tentang manusia sebagai makhluk budaya yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempuranaan hidupnya


Tujuan : diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dasar tentang konsep manusia sebagai makhluk budaya serta memahami konsep tersebut dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan menyikapi berbagai problematika budaya yang berkembang dalam masyarakat.

Pokok bahasan meliputi:

1. Fungsi akal dan budi bagi manusia
2. Pengertian budaya dan kebudayaan
3. Manusia sebagai pencipta kebudayaan
4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman konsep;
i. Keadilan
ii. penderitaan
iii. cinta kasih
iv. tanggung jawab
v. pengabdian
vi. Pandangan hidup
vii. Keindahan
viii. kegelisahan
5. Proses pembudayaan melalui internalisasi, sosialisasi, enkulturasi, difusi, akulturasi dan asimilasi
6. Perubahan kebudayaan dari lokal menuju global






3. Manusia dan Peradaban

Tujuan pembelajaran : agar mahasiswa mampu memahami dirinya sebagai makhluk yang beradab serta meyakini bahwa peradaban merupakan wujud kebudayaan sebagai hasil kreativitas manusia, sekaligus mempengaruhi serta menjadi pedoman bagi hidupnya

Pokok bahasan : pengertian adab dan peradaban;
- pengertian manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab;
- evolusi dan tahapan-tahapan peradaban;
- perubahan sosial dan peradaban;
- wujud-wujud peradaban; tradisi, modernisasi dan masyarakat madani; keamanan, ketenangan, kenyamanan, ketenteraman dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia yang beradab

4. Manusia sebagai Individu dan Makhluk sosial

Tujuan yang diharapkan ; mahasiswa menyadari posisinya sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam setiap struktur dan system sosial yang ada


5. Manusia, keragaman dan kesederajatan

Tujuan agar mahasiswa mampu memahami dan mampu menyikapi dengan arif tentang keanekaragaman suku bangsa,ras, agama dan budaya yang ada di sekitsarnya sebagai suatu dinamika kehidupan masyarakat yang bersifat alamiah.

Pokok bahasan meliputi; pengertian suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan; ideology dan politik; adat dan kesopanan; kesenjangan ekonomi; kesenjangan sosial; pengaruh keragaman terhadap kehidpan beragama, bermasyarakat, bernegara dan kehidupan global; kesederajatan dan diskriminasi, persaingan, tekanan/intimidasi dan ketidakberdayaan sebagai faktor terjadinya diskriminasi sosial, integrasi dan disintegrasi, bhineka tunggal ika sebagai salah satu upaya mengatasi keragaman sosio kultural

6. Manusia moralitas, dan hukum

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya pada dasarnya dipengaruhi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai tersebut baik berupa etika yang erat hubungannya dengan moralitas maupun estetika yang berhubungan dengan rasa keindahan.

Tujuan; agar mahasiswa memiliki kepekaan moral serta mentaati hukum yang berlaku dalam kehidupan sebagai pribadi, anggota keluarga dan anggota masyarakat
Pokok bahasan; nilai moral sebagai sumber budaya dan kebudayaan; moralitas dan norma masyarakat dan negara; pengertian moral, etika, norma dan hukum serta terbentuknya nilai, etika, moral, norma dan hukum tersebut, serta perwujudannya; tuntutan dan sangsi moral, norma, hukum dalam bermasyarakat dan bernegara.

7. Manusia sains dan teknologi

Tujuan ; mahasiswa mampu memahami perannya dalam pengembangan IPTEK, bsagaimana pengaruh IPTE bgi dirinya dan masyarakat serta bagaimana manusia mendewasakan IPTEK dan bila mengembangkan IPTEK tanpa dilandasi nilai-nilai etis dan religius.

Pokok bahasan: manusia dalam IPTEK dan IPTEK bagi manusia; perkembangan IPTEK dalam pembangunan dan lingkungan; bagaimana IPTEK dalam era globalisasi serta bagaimana pengembangan IPTEK tanpa muatan nilai etis dan religius


8. Manusia dan Lingkungan

tujuan : mahasiswa memahami perannya dalam pengembangan dan pemeliharaan llingkungan, bagaimana pengaruh lingkungan bagi diri dan masyarakatnya, serta bagaimana bila manusia mengembangkan lingkungan tanpa dilandasi nilai-nilai moral, etika dan religi

Pokok bahasan : hakikat manusia sebagai objek dan subyek lingkungan, manusia lingkungan alam, dan lingkungan sosial budaya, pengaruh timbal balik antara kondisi lingkungan alam dan konsisi sosial budaya; pertambahan penduduk dan problematiknya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia serta analisis dampak lingkungan dan analisi resiko lingkungan.


PENGANTAR

A. Lingkup Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
1. Kelompok Ilmu Pengetahuan

Untuk memahami Ilmu Sosial dan Budaya Dasar termasuk kelompok ilmu pengetahuan yang perlu dipahami dahulu pengelompokan ilmu pengetahuan. Menurut Prof Dr. Harsya Bachtiar ( 1981 ) ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi 3 ( tiga ) kelompok besar yaitu; kelompok ilmu alamiah ( natural sciences), kelompok ilmu sosial ( social sciences ), dan kelompok pengetahuan budaya ( the humanities)

1. Kelompok Ilmu Alamiah

Kelompok Ilmu Alamiah bertujuan untuk memahami keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu, maka digunakan metode ilmiah. Caranya adalah menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan itu, kemudian dibuat analisis guna menentukan suatu kualitas. Hasil analisis kemudian digeneralisasikan kemudian dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100 % benar atau 100% salah. Termasuk kelompok ilmu alamiah antara lain; astronomi, fisika, biologi, kedokteran dan mekanika.


2. Kelompok Ilmu Sosial
Kelompok Ilmu Sosial bertujuan untuk memahami keteraturan yang terdapat dalam hubungan antarmanusia. Untuk mengkaji hal itu, maka digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu alamiah. Akan tetapi , hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran dan tidak pula 100% salah. Sebabnya adalah keteraturan dalam hubungan antarmanusia itu dapat berubah dari waktu ke waktu. Termasuk kelompok Ilmu Sosial antara lain adalah ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, dan sosiologi umum.

3. Kelompok Pengetahuan Budaya
Kelompok pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa dan pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Termasuk kelompok pengetahuan budaya antara lain adalah; filsafat, seni ( sastra, tari, rupa, musik, suara, lukis, patung dsbnya), sejarah, hukum, agama, antropologi budaya.

Berdasarkan pengelompokan Ilmu dan pengetahuan di atas ilmu sosial dan Budaya Dasar di satu sisi termasuk dalam kelompok Ilmu Sosial dan sisi lain termasuk kelompok pengetahuan budaya. Oleh karena itu metode pendekatannya menggunakan pendekatan gabungan ( combined approach ) yaitu di satu sisi pendekatan terhadap manusia sebagai mahluk sosial dan interaksi dalam kelompok sosialnya, di sisi lain pendekatan terhadap manusia makhluk budaya dan kemanusiaan.
Manusia makhluk sosial ( zoon politicon ) kodrati artinya manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna apabila tidak hidup dengan individu manusia lain. Sejak lahir manusia sudah dapat hidup bersama, setidak-tidaknya dengan ibu dan ayahnya yang memelihara dan melindunginya. Keharusan hidup bersama itu karena manusia mempunyai kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi apabila berhubungan dengan atau mendapat bantuan dari manusia lain. Dengan kata lain, manusia harus hidup bermasyarakat
Artinya saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya maupun terhadap individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingan hidupnya.
Di sisi lain , manusia makhluk budaya adalah juga kodrat, artiya sejak lahir sudah menjadi makhluk yang paling sempurna karena dibekali oleh Sang Pencipta dengan akal, perasaan dan kehendak yang membedakannya dengan makhluk hewan.
Sebagai mahkluk budaya, manusia hanya mampu mengembangkan diri dan budayanya apabila hidup bersama dan berhubungan dengan manusia lain. Dalam hubungan tersebut, manusia mempertimbangkan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk, serta mana yang bermanfaat dan merugikan. Pertimbangan ini merupakan awal terjadinya suatu sistem nilai budaya yang menjadi norma kehidupan bersama. Pengetahuan budaya ( the humanities) mengkaji masalah nilai manusia sebagai makhluk budaya ( homo humanus ).



2.DUA UNSUR UTAMA

Ilmu Sosial Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah yang termasuk mata kuliah umum yang diajarkan di lingkungan perguruan tinggi. Sesuai dengan namanya, mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar yang mendasari mata kuliah lainnya dalam lingkup ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Mata kuliah ini terdiri dari 2 ( dua ) unsur utama
Yaitu unsur sosial budaya dan unsur kedua unsur kemanusiaan ( humaniora). Unsur sosial budaya meliputi tema mengenai manusia sosial ( zoon politicon ) dan perkembangan kebudayaan melingkupi kajian:
a. bentuk kelompok sosial budaya
b. Kebudayaan dan Peradaban
c. Sistem nilai budaya dan pandangan hidup
d. Perubahan sistem nilai budaya
e. akibat perubahan sistem nilai budaya

Unsur kedua adalah kemanusiaan ( humaniora). Unsur ini meliputi tema mengenai manusia makhluk budaya dan nilai kemanusiaan mengkaji masalah-masalah :
a. Hakikat manusia sama ( universal )
b. Kebutuhan hidup manusia
c. Sikap dan Perilaku manusia
d. Kehidupan manusiawi dan tidak manusiawi
e. Upaya-upaya memanusiakan manusia




B. TUJUAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

1. Tujuan Umum

Secara umum, ISBD bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai mahkluk budaya, sehingga mampu menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial dan masalah lingkungan sosial budaya, serta mampu menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tersebut. Tujuan umum ISBD mengandung 3 ( tiga ) rumusan utama yaitu
1. Pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya
2. Kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya
3. Kemampuan menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tersebut.

Manusia makhluk sosial artinya manusia harus hidup dengan manusia lain dalam masyarakatnya untuk memenuhi kepentingan hidupnya dan dapat berkembang sempurna
Manusia sebagai makhluk budaya artinya manusia itu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal ( ratio), rasa ( sense), dan karsa ( will,wish) yang membedakan dengan makhluk hewan.. Sebagai makhluk budaya manusia hanya mampu mengembangkan diri dan budayanya apabila berhubungan dengan manusia lain. Dalam hubungan tersebut dapat membedakan mana yang benar, mana yang baik, mana yang bermanfaat dan mana yang merugikan. Pertimbangan ini merupakan dasar terjadinya sistem nilai budaya yang menjadi norma ( pedoman ) hidup bermasyarakat.
Tanggapan kritis artinya reaksi akal atau daya tangkap berdasarkan nalar yang tinggi terhadap sesuatu yang dilihat atau didengar dalam masyarakat. Dalam konteks dengan sosial budaya tanggapan kritis merupakan kemampuan memahami suatu masalah guna membedakan secara obyektif mana peristiwa yang bersumber dari perbuatan tidak manusiawi yang dapat memicu konflik dalam masyarakat, dan mana peristiwa yang bersumber dari bencana alam atau penyakit, yang perlu diatasi dan dihindari. Kemudian secara kritis dapat dikaji juga solusi yang terbaik guna menghindari atau mengatasi konflik secara arif dan manusiawi.
Wawasan luas artinya memandang jauh ke depan berdasarkan pemikiran yang dalam dan mendasar. Dalam konteks sosial budaya pandangan luas dan jauh daya jangkau tidak hanya terhadap masalah sosial budaya yang terjadi dalam kelompoknya, tetapi meliputi lingkup yang lebih luas untuk masa mendatang. Tidak hanya berskala lokal dan sektoral, tetapi juga berskala nasional dan terpadu mengenai masalah sosial budaya bangsa Indonesia.
Masalah sosial budaya adalah peristiwa atau kejadian yang timbul akibat interaksi sosial dalam kelompok masyarakat atau antara kelompok masyarakat guna memenuhi kepentingan hidup, yang dianggap merugikan salah satu pihak atau masyarakat secara keseluruhan. Masalah tersebut bersumber pada perbedaan sosial budaya yang dianggap merugian kepentingan pihak lain, sehingga dapat memicu terjadinya konflik.
Lingkungan sosial budaya adalah kelompok sosial budaya yang hidup dalam batas-batas tertentu yang ditata berdasarkan norma sosial budaya yang membedakannya dengan lingkungan alam.Lingkungan sosial budaya antara lain berupa keluarga, desa, marga, kota, lembaga Swadaya Masyarakat dan kelompok profesi. Sedangkan lingkungan alam berupa cagar budaya, taman margasatwa dan hutan lindung.
Masalah lingkungan sosial budaya merupakan peristiwa atau kejadian yang timbul karena perbuatan tidak manusiawi yang merugikan warga lingkungan sosial budaya atau lingkungan alam. Masalah tersebut bersumber pada perbuatan tidak manusiawi yang merugikan pihak lain, sehingga dapat memicu terjadinya konflik. Perbuatan tidak manusiawi antara lain dapat dipahami melalui konflik warga lingkungan sosial budaya berupa pembunuhan dukun santet pada era orde baru


2. Tujuan Khusus

a. Mempertajam kepekaan terhadap masalah sosial budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi
b. Memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut.
c. Menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah nilai-nilai dalam lingkungan sosial budaya
d. Meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi
e. Membina kemampuan berpikir dan bertindak obyektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya

ad.a Peka terhadap sosial budaya dan lingkungan sosial budaya
Artinya cepat tanggap, mudah bereaksi, sikap segera ingin tahu, dan kepedulian yang tinggi tentang peristiwa sosial budaya di sekitarnya dan kondisi lingkungan sosial budaya dimana seseorang itu hidup atau berada.
Setiap peristiwa sosial budaya yang unik dan mencolok cepat ditanggapi dan diupayakan penyelesaiannya umumnya menyangkut kepentingan umum dan nasib orang banyak al peristiwa korupsi, peledakan bom, pengoplosan bahan bakar minyak, peredaran narkoba dan perbuatan maksiat (miras, judi dan tuna susila)

Ad b.Pandangan luas dan kritis ttg masalah sosial budaya dan kemanusiaan
Upaya yang dilakukan adalah memperluas wawasan pemikiran terhadap masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan. Tidak hanya terjadi dalam kelompoknya/keluarganya,kelompok profesi dan organisasi kemasyarakatan pada masa sekarang, tetapi juga meliputi yang lebih luas untuk masa mendatang.
Tidak hanya berskala lokal, sektoral, tetapi juga bersifat nasional dan terpadu yaitu masalah sossial budaya dan masalah kemansiaan bangsa Indonesia.
Kemampuan daya kritis adalah kemampuan memahami dengan daya tangkap yang rasional berdasarkan penalaran yang tinggi terhadap masalah sosial budaya dan kemanusiaan yang terjadi dalam masyarakat.
Pemahaman kritis y.i untuk membedakan secara obyektif mana peristiwa yang dianggap masalah sosial yang bersumber dari perbedaan sosial budaya dan mana peristiwa yang dianggap masalah kemanusiaan yang bersumber dari perbuatan tidak manusiawi.

c. Kesadaran Terhadap Nilai Manusia dan Kehidupan
Manusiawi

ISBD bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi.
Ada banyak menanggapi manusia lain serta lingkungan hidupnya secara tidak manusiawi, mengabaikan nilai manusia lain guna memenuhi kepentingan sendiri, bertindak kasar, sewenang-wenang, menyakiti, membuat orang menderita, manusia lain dianggap obyek.
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan itu dibuktikan oleh akal, perasaan dan kehendak yang membedakannya dengan mahkluk lain.
Perbuatan manusia didasari oleh akal, perasaan dan kehendak secara manusiawi. Manusia mempunyai nilai yang bersumber kesempurnaan sebagai mahkluk berbudaya.
Manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang merugikan. Manusia yang berni-lai adalah manusia yang selalu mengarahkan setiap tingkah laku dan perbuatannya pada kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi semua. Tetapi kenyataan dalam kehidupan manusia ada yang menanggapi manusia lain serta lingkungan hidupnya secara tidak manusiawi mengabaikan nilai-nilai manusia lain untuk memenuhi kepentingan sendiri

d. Kemampuan berfikir dan bertindak obyektif

ISBD bertujuan membina kemampuan berfikir dan bertindak obyektif guna menangkal pengaruh negatif yang merusak lingkungan sosial budaya
Berfikir obyektif artinya bernalar secara sehat untuk menetapkan suatu putusan benar dan salah.
Bertindak obyektif artinya bertindak sesuai dengan hasil berfikir obyektif ( benar atau salah )
Orang yang mampu berfikir obyektif akan mampu pula memahami secara obyektif akibat yang mempengaruhi lingkungan sosial budaya, mungkin berakibat positif dan mungkin berakibat negatif. Atas dasar keadaan ini, dia akan mampu pula memperkirakan kemungkinan yang terjadi dan membedakan kenyataan yang terjadi mana yang akibat positif dan mana yang akibat negatif, serta menentukan tindakan yang dilakukan guna mengatasi masalah.



e. Calon pemimpin bangsa

ISBD bertjuan untuk merintis menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak hanya berpandangan kedaerahan berskala lokal, tetapi juga berpandangan luas berskala nasional serta berbasis keahlian professional.
Pandangan luas, kepedulian yang tinggi serta peka terhadap peristiwa atau kenyataan yang terjadi dalam masyarakat sangat dibutuhkan guna memelihara perdamaian, kestabilan memajukan kesejahteraan umum ( sosial) dan mencerdaskan kehidupan bangsa.





2. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Topik ini akan membahas manusia sebagai makhluk budaya yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Tujuan pembelajaran yang diharapkan adalah agar mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai makhluk budaya serta pemahaman konsep tersebut dijadikan dasar dalam mempertimbangkan dan menyikapi berbagai problematika budaya yang berkembang dalam masyarakat
Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial dan budaya dasar adalah pencipta, penertiban dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar