Sabtu, 13 Februari 2010

TUGAS P. FILOLOGI

PENGENALAN FILOLOGI


PENGERTIAN FILOLOGI
FILOLOGI : Mempelajari kebudayaan dalam arti luas, yang mencakup bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan.

Etimologi kata Filologi
PHILOG : “ CINTA “
LOGOS : “ KATA “
Yang maksudnya Cinta kata → Senang bertutur
Senang belajar
Senang Ilmu
Senang Kebudayaan

B.Filologi sebagai istilah
1)Filologi sudah dipakai sejak abad ke-3 SM oleh sekelompok ahli dari Aleksandria yang kemudian dikenal sebagai ahli Filologi.Yang pertama memakai adalah Erasthothenes.Pada waktu itu mereka mencba mengkaji teks-teks tersebut bertujuan menemukan bentuk yang asli dan mengetahui maksud pengarang dengan jelas menyisihkan kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalamnya.Dari kegiatan tersebut disadari bahwa pengkajian secara mendalam terhadap bahasa dan kebudayaan yang melatarbelakangi adalah penting.Kegiatan Filologi yang menitikberatkan kepada bacaan yang rusak ini kemudian disebut dengan Filologi tradisional.

Karena luasnya isi teks klasik maka Filologi juga berarti ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang.Pendapat lain mengatakan bahwa filologi adalah L’etalage de Savior(Pameran ilmu pengetahuan).

C. OBJEK KAJIAN FILOLOGI
Filologi berusaha mengungkapkan hasil budaya suatu bangsa lewat kajian bahasa pada peninggalan bahasa dalam bentuk tulisan.Naskah tersebut tidak terbuat dari rotan,lontar,kulit kayu dan dluwang.

1. Naskah dan teks
Filologi mempunyai sasaran kerja berupa naskah, disamping itu melihat wahana teks-teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan dengan tangan an tulisan cetakan. Naskah yang menjadi sasaran kerja filologi dipandang sebagai hasil budaya yang berupa ciptaan sastra, naskah dipandang sebagai hasil budaya yang berupa ciptaan sastra, naskah dipandang sebagai ciptaan sastra karena teks dalam naskah yang berbahasakan bahasa itu merupakan suatu keutuhan dan mengungkap pesan.

2. Tempat menyimpan naskah
Naskah biasanya disimpan pada berbagai catalog di perpustakaan dan museum yang tersimpan di berbagai negara.

Dalam catalog Girardet,angka pada catalog menunjukan tempat penyimpanan naskah yaitu:
1) Sana Pustaka di Keraton Surakarta
2) Reksa Pustaka di Pura Mangkunegaran
3) Radya Pustaka di Taman Sriwedari
4) Widya Budaya di keratin Ngayogyakarta
5) Perpustakaan di Pura Pakualaman
6) Sana Budaya di barat Alun-alun Yogyakarta
Kecuali di Indonesia naskah-naskah teks nusantara pada saat ini tersimpan di museum-museum dalam 26 negara.

Naskah → “ Sesuatu yang kongkret “
Teks → “ Sesuatu yang absrak “

TUJUAN FILOLOGI
Mengkaji teks klasik dengan tujuan mengenalinya sesempurna-sempurnanya dan selanjutnya menempatkan dalam keseluruhan sejarah budaya suatu bangsa.
Ada 2 tujuan dalam filologi yaitu :
1. Umum
a)Memahami sejauh mungkin kebudayaan suatu bangsa lewat hasil sastranya,baik lesan atao tulisan.
b)Memahami makna dan fungsi teks bagi masyarakat penciptannya.
c)Mengungkapkan nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan.
d)Melestarikan Warisan budaya bangsa.
2. Khusus
a)menyunting sebuah teks yang dipandang paling dekat dengan teks aslinya.
b)mengungkap sejarah terjadi teks yang dipandang sejareang perkembangannya.
c)mengungkap resepsi pembaca pada setiap kurun waktu yang penerimaaan.
catatan:
Contoh dari aplikasi filologi adalah perbandingan tahun Masehi dan Tahun Saka.
PENJENISAN NASKAH JAWA

Penjenisan naskah berdasarkan topologi tertentu, ragam yang menjadi ciri khas yang dikandungnya.

A. KATALOG PIGEAUD (1967, 1968, 1970, 1980)
Literature of Java, The Hague : Martinus Nijjhoff
1. Agama dan Etika
2. Sejarah dan Mitologi
3. Sasra indah
4. Ilmu pengetahuan, ilmu sastra, hokum, folklore, adat istiadat dan serba-serbi.
Rata-rata katalog di Indonesia dibuat olah budayawan.

B. KATALOG GIRARDET – SOETANTO (1983)
Descriptive Catalogue of The Javanese Manuscripts and printed book in The Main Libraries of Surakarta and Yogjakarta, Wiesbaden :
Franz Steiner Verlag GMBH
1. Kronik, Legend dan Mite
2. Agama, filsafat dan etika
3. Peristiwa keratin, hukum, risalah dan peraturan-peraturan
4. Buku teks dan penuntun. kamus, ensiklopedi tentang linguisik, obat-obatan, pertanian, antropologi, geografi, perjalanan, perdagangan, masak-memasak, dsb.
Contoh : Serat Wedhatama

C. KATALOG BRANDES (1901,1903,1904,1916)
Beschrijving der Javaavsche, Balineesche an Sasaksche Handschriften, Laiden : EJ Brill
1. Jilid 1 (1901) : Adigama – Ender
2. Jilid 2 (1903) : Gathotkacasraya - Putrupasaji
3. Jilid 3 (1904) : Rabut Sakti - Yusup
4. Jilid 4 (1916) : Naskah-naskah tak berjudul

D. FILOLOG – FILOLOG ASING
1. T. Roorda
2. Vreede
3. H.H Juynboll  membuat kamus dalam bahasa jawa kuna
4. Cohen Stuart (Bratajoeda, 1860)
5. J. Brandes ( Negarakertagama, 1902)
6. J. Kats
7. C. Hooykaas
8. J. Gonda ( Brahmandapurana, 1932)
9. A. Fokker
10. C.C Berg ( Penulis sejarah jawa, 1974)
11. H. Kern ( Ramayana kakawin, 1900)
12. N.J Krom
13. Th. P. Pigeaud
14. Ricklefs
15. Voorhoeve
16. Zoetmulder ( Kalangwan, 1974)
17. Andreas Teeuw ( Het Bhomakawya, 1946)
18. S. Robson ( Hikayat Andaken Panurat, 1969)
19. Girardet
20. J.J Ras ( Hikayat Banjar, 1968)
21. Willem van der Molen
22.dsb

E. FILOLOG - FILOLOG INDONESIA
1. Mpu Dhaemaja
2. Mpu Tantular
3. Mpu Tanakung
4. Mpu Prapanca
5. Prijohoetomo
6. Poerbotjaraka
7. Haryati Subadio
8. A. Ikram ( Hikayat Sri Rama, 1978)
9. Supomo ( Arjuna Wiwaha, 1977)
10. Harsja W Bachtiar
11. Siti Baroroh Baried
12. Darusuprapto
13. Siti Chamamah S

F. PENYUNTINGAN NASKAH
a. Penyelamatan
• Membeli
• menyediakan tempat
• inventarisasi
• perawatan, dsb
b. Pelestarian
• alih aksara
• reproduksi fotografi
• suntingan naskah, dsb
c. Penelitian
• paper
• skripsi
• thesis
• disertasi, dsb

d. Pendayagunaan
• terjemahan
• macapatan dan pembahasannya
• sarasehan
• ceramah, dsb
e. Penyebarluasan
• penerbitan, dsb
catatan:
Kolofon  Keterangan atau informasi yang berhubungan dengan judul, nama pengarang, tahun pembuatan dan letaknya diakhir.
Manggala  Keterangan atau info berhubungan dengan judul, nama pengarang, tahun pembuatan dan letaknya diawal.

Beberapa karya sastra Jawa kuno tidak memiliki Judul maupun Nama pengarang(Anonim) hal itu disebabkan karena:
• Menulis nama pada waktu itu dianggap tabu
• Karya sastra akan dipersembahkan kepada Raja






ILMU BANTU FILOLOGI

1. Linguistik
2. Pengetahuan bahasa-bahasa
3. Ilmu sastra ilmu Bantu
4. Budaya Hindu, Budha, Islam
5. Sejarah kebudayaan
6. Antropologi
7. Foklor

1. LIGUISTIK
Cabang Linguistik yang membantu :
Etimologi ( ilmu yang mempelajari tentang asal-usul dan sejarah kata), Sosiolinguistik ( hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku masyarakat ), dan Stilistika (Menyelidiki bahasa sastra khususnya gaya bahasa).

Pengkajian perubahan bentuk dan makna. Kata menuntut pengetahuan tentang :
Fonologi : Mempelajari bunyi bahasa,
Morfologi : Mempelajari pembentukan kata,
Dan Semantik : Mempelajari makna kata.

2. PENGETAHUAN BAHASA-BAHASA YANG MEMPENGARIGI BAHASA TEKS
- Bahasa Sansekerta : (kakawin, kidung)
- Bahasa Arab : ( tasawuf, mistik)
- Pengetahuan bahasa-bahasa daerah : (Menyadur dan memterjemahkan teks-teks Nusantara).

3. ILMU SASTRA SEBAGAI ILMU BANTU
Pendekatan ilmu sastra
Untuk menangani teks-teks sastrawi, perlu pendekatan atau metode yang sesuai dengan sifat objeknya.
1. Pendekatan Mimetik
( Untuk menonjolkan aspek-aspek referensi acuan karya sastra, kaitannya dengan dunia maya).
2. Pendekatan Pragmatik
( Menonjolkan pengaruh karya sastra terhadap pendengar/pembaca).
3. Pendekatan Ekspresif
(Menonjolkan penulis karya sastra sebagai penciptanya).
4. Pendekatan Objektif
( Menonjolkan karya sebagai stuktur yang otonom, lepas dari latar belakang sejarahnya dan diri dan niat penulisnya).
Lihat : Isntrinsik dan Ekstrinsik (WELLEK WAREN)

4. BUDAYA HINDU, BUDHA, ISLAM
Naskah-naskah Nusantara (Khususnya periode Jawa kuna) banyak terpengaruh atau bernafaskan keagamaan, misalnya Brahmanadapurana, Asgatyaparwa, Sang Hyang Kamahayanika, Kunjarakarna.
Naskah-naskah tentang tasawuh atau mistik Islam.
Misalnya : Het Boek Van Sunan Bonang, karya-karya sastra suluk, dsb.
• Ramayana dan mahabarata
disadur dalam bahasa jawa kuna, jawa tengahan, dan jawa baru
• Adanya Patihbarata dalam Khasanah.

5. SEJARAH KEBUDAYAAN
• Ramayana dan Mahabarata
Disadur dalam bahasa Jawa Kuno, Jawa tengahan , dan Jawa baru
• Adanya Patibrata dalam khasanah sastra Smarasahana dan Kunjara karma
• Pada umumnya silsilah raja ditarik ke atas.

6. ANTROPOLOGI
Ilmu yang berobjek pada penyelidikan manusia ,dipandang dari segi fisik masyarakat dan kebudayaan.
Contoh: Tradisi Caos dhahar,memberi sesaji dan memandikan benda –benda pusaka

7. FOKLOR
Banyak teks lama yang mencerminkan unsur Folklor sperti teks-teks yang termasuk sastra sejarah atau babad.
Contoh : Babad Tanah Jawi,di dalamnya terdapat mitologi Hindu dan Legenda Watu Agung.




FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU

a. Filologi sebagai ilmu Bantu Linguistik
b. Filologi sebagi ilmu Bantu Ilmu Sastra
c. Filologi sebagai ilmu Bantu Ilmu sejarah kebudayaan
d. Filologi sebagai ilmu Bantu Ilmu Sejarah
e. Filologi sebagai ilmu Bantu Ilmu Hukum
f. Filologi sebagai ilmu Bantu Sejarah Perkembangan Agama
g. Filologi sebagai ilmu Bantu Ilmu Filsafat

a. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU LINGUISTIK
• Untuk penelitian linguistik dan kronik, ini sangat diperlukan seorang ahli linguistik memerlukan suntingan teks lama dan bahasa teks lama juga dibutuhkan oleh FILOLOGI, karena dapat menggali dan menganilis serta membandingkan seluk-beluk bahasa tulis dengan bahasa sehari-hari.

b. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU ILMU SASTRA
• Terutama berupa penyediaan suntingan naskah lama dari hasil pembahasan teks yang mungkin dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan sejarah sastra atau teori sastra.
• Hasil-hasil kajian terhadap teks-teks sastra lama akan sangat berguna untuk menyusun teori-teori ilmu sastra secara umum.

c. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU ILMU SEJARAH KEBUDAYAAN
• Filologi mengungkap khazanah warisan nenek moyang misalnya: kepercayaan, adapt istiadat, kesenian, dll. Termasuk unsur-unsur sekarang sudah punah (misalnya: istilah-istilah untuk bidang musik, takaran, timbangan, ukuran, mata uang, dsb.)
• Contohnya :
Dalam satuan ukuran
- Pecak : Ukuran panjang dengan alas kaki
- Dim

d. FILOLOGI SBAGAI ILMU BANTU ILMU SEJARAH
• Naskah-naskah Nusantara dipandang berisi teks sejarah (misalnya: Pararaton, Negara kertagama).
• Dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah apabila sudah diuji berdasarkan sumbar-sumber lain.
• Sebagai informasi lukisan kehidupan masyarakat yang jarang ditemukan misalnya: Serat wicarakeras yang memberikan kritikan tajam terhadap masyarakat Surakarta (lingkungan keratin).

e. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU ILMU HUKUM ADAT
• Terutama dalam penyediaan teks.
Penulisannya baru dilakukan kemudian hari kemudian setelah dirasakan perlu kepastian peraturan hukum oleh raja atau setelah ada pengaruh dari barat.
Kitab Angger-angger : Praniti Raja, Surya Ngalam, Nawala Pradata, Angger Sadasa, dll.

f. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA
• Naskah-naskah jawa kuna banyak dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha.
• Hasil suntingan tks keaagamaan dan hasil pembahasan kandungannya menjadi bahan penulisan perkembangan agama yang sangat berguna.

h. FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU ILMU FILSAFAT
• Teks-teks sastra banyak mengandung nasihat dan pepatah
• Naskah-naskah yang berisi tasawuf mengandung filsafat yang meliputi banyak, terutama Melayu dan Jawa.












LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN FILOLOGI

1) IVENTARISASI NASKAH
2) DESKRIPSI NASKAH (uraian ringkas)
3) PERBANDINGAN NASKAH
4) DASAR-DASAR PENENTUAN NASKAH YANG AKAN DITRANSLITERASI
5) SINGKATAN NASKAH
6) TRANSLITERASI NASKAH
7) TERJEMAHAN

1) IVENTARISASI NASKAH
Adalah pendataan naskah. Bertujuan untuk mengetahui apa yang akan anda kerjakan.
Cara mendaftar :
a. Mendaftarkan serat apa yang akan diteliti
b. Melihat catalog
c. Mencari di museum-museum dan tempat koleksi baik Swasta/Pribadi/PONPES
d. Dikumpulkan, dibaca, dijumlah
e. Membuat daftar


2) DESKRIPSI NASKAH
Adalah uraian singkat
- masing-masing serat diberi uraian singkat.
- Supaya orang yang mmbaca dapat membanyangkan serat yang di deskripsikan
- Dengan mmbaca deskripsi kita dapat mendeskripsikan secara jelas.

 Deskripsi naskah
Uraian ringkas tentang naskah, meliputi : judul, nomor naskah,, kolofon, ukuran naskah, bentuk naskah, usia naskah, bahan tulis naskah, jumlah larik stiap halaman, jenis kertas, aksara, bahasa, margin, catatan tangan ketiga, tempat penyimpanan naskah, asal-usul naskah, fungsi social naskah, isi naskah, dan hal-hal lain. Yang perlu diungkapkan shubungan kondisi naskah.

 Judul : Cover, depan, isi
 Nomor : menurut katalog lokal
Menurut katalog lain
 Kolofon dan maggala : depan/belakang tulisan
 Ukuran naskah : Panjang X Lebar
- Ukuran Cover
- Ukuran teks
 Bentuk naskah
- Prosa
 Beberapa baris kalimat
 Depan / belakang kurang dari jumlah tengah
- Puisi
 Jenis ( Kakawin, kidung, macapat)
 Beberapa tembang
 Beberapa bait
 Usia naskah
- Kapan karya itu ditulis
- Berapa usia
 Bahan tulis naskah
- Lontar
- Dhuwang
 Jumlah larik
 Jenis kertas
- HVS, mevel
 Aksara
- Jawa, latin

Condong Tegak
 Bahasa
- Jawa
- Indonesia
 Margin
- Batas atas,
 Catatantangan ketiga\tempat penyimpanan
- Ponolgan pembaca
- Tambahan
 Temoat penyimpanan
 Asal-usul naskah
- Sertifikasi naskah
- Dibeli di……. Harga……. Dan dijual……….
 Fungsi social naskah
- Hubungan naskah itu dengan social, kemasyarakatan
- contohnya : kidung rumeksa ing wengi yaitu berguna untuk meninabobokan bayi
 Isi naskah
- Ajaran tentang apa
 Dan hal lain yang dianggap perlu

3) PERBANDINGAN NASKAH
Membandingkan naskah
- Judul sama isi berbeda
- Isi sama judul berbeda
- Kumpulan naskah ( bendel ) → dijilid, diberi judul
- Salinan (tadhakan)
- Perbandingan kata demi kata
- Perbandingan kalimat
- Perbandingan isi naskah

• Penyebutan teks dalam naskah lain
• Jika terdapat judul yang brbeda, atau pupuh yang berbeda maka tidak perlu dilakukan perbandingan kata/kalimat.

4) DASAR-DASAR PENENTAN NASKAH YANG AKAN DITRANSLITERASI
 Dihubungkan dengan tujuan penelitian
 Kerangka teori : untuk memilih naskah yang paling baik dan paling lengkap
 Isinya lengkap dan tidak menyimpang dari kebanyakan naskah yang ada.
 Keadaan naskah baik dan utuh.
 Bahasanya lancer dan mudah dipahami
 Umur naskah lebih tua

5) SINGKATAN NASKAH
 Untuk memudahkan pengenalan isinaskah
 Perlu mencatumkan halaman sumber
 Secara terperinci dapat pula dianggap sebagai usaha pertama memperkenalkan hasil-hasil sastra lama yang nasibnya masih barupa tulisan tangan (carik), agar dengan mudah, daapat dibaca dan diketahui garis besar isi ceritanya.

6) TRANSLITERASI NASKAH
 Pngalihan atau penggantian huruf dewa huruf dari abjad satu ke abjad yang lain dengan mengikuti ejaan yang berlaku.
 Pengalihan aksara jawa ke aksara latin masing-masing mmiliki kaidah sendiri-sndiri seauai dengan karakternya.
 Aksara jawa tidak seluruhnya memiliki huruf capital (besar)

7) TERJEMAHAN
 Mengalihkan bahasa sumber ke bahsa teks (terapan)





Budaya Jawa/sastra jawa ada pada 823 tahun jawa/9M
Pada tahun 1708 Kraton Kasunanan Surakarta didirikan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar