Jumat, 09 April 2010

Klarifikasi Konsonan

Klasifikasi Konsonan
1. Konsonan Hambat letup ( Stops,Plosives)

Konsonan hambat letup adalah konsonan yang terjadi dengan penuh arus udara kemudian hambatan itu dilepaskan secara tiba-tiba.Menurut tempat hambatannya (artikurkalasinya)konsonan ini dibagi menjadi:

i) Konsonan Hambat letup bilabial (bibir)
Konsonan Hambat letup bilabial terjadi bila penghamba arikulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah bibir atas,seperi bunyi [p , b].
Contoh:
Bahasa Jawa : pipa’pipa’ upa’butir nasi’ tetep ‘tetap’

ii) Konsonan Hambat letup apiko-dental
Konsonan hambat letup apiko dental terjadi pabila penghambat artikulatornya pasifnya ialah gigi atas.bunyi yang dihasilkan ialah [t, d].
Contoh:
Bahasa Jawa : tawa ‘tawar’ rata’rata’ papat ‘empat’
Dawa ‘panjang’ rada’agak’

iii) Konsonan Hambat letup apiko-alveolar
Konsonan Hambat letup apiko-alveolar terjadi apabila penghambat arikulator aktifnya adalah ujun lidah dan articulator pasifnya adalah Gusi.Bunyi yang terjadi adalah [t,d].
Contoh ;
Bahasa inggris : town, writing,heart

iv) Konsonan Hambat letup apiko palatal
Konsonan Hambat letup apiko palatal terjadi bila arikulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah lengit-langit keras.Bunyi yang terjadi ialah [ţ ,d]
Contoh :
Bahasa Jawa : thukul ‘tumbuh’ cedhak ‘dekat’

v) Konsonan Hambat letup medio-palatal
Konsonan Hambat letup medio-palatal terjadi bila articulator aktifnya adalah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Bunyi yang di hasilkan adalh [c, j]
Contoh :
Bahasa Jawa : cara’cara’ jala ‘jaring’



vi) Konsonan Hambat letup dorso –velar
Konsonan Hambat letup dorso –velar terjadi apabila articulator pasifnya lanit-langit lunak.Bunyi yang dihasilkan [k, g]
Contoh :
Bahasa Jawa: kula ‘saya’ saka ‘dari’
Gula’gula’ jaga ‘jaga’

vii) Konsonan Hamzah (Glotal plosive,lotal stop)
Konsonan Hamzah terjadi dengan menekan rapat yang satu terhadap yang lain pada seluruh panjannya pita suara , langit –langit lunak beserta anak tekaknyadikeataskan,sehingga arus udara terhambat untuk beberapa saat. Dengan merapatnya sepasang pita suara maka glottis dalam keadaan tertutup rapa.Secara tiba-tiba kedua selaput pita suara itu dipisahkan,terjadilah letupan udara keluar ,dan terdengar [?].

Contoh:
bahasa Jawa : sa’at [sa?at] ‘saat’ usuk[usu?]


2. Konsonan Nasal (Nasals)
Konsonan nasal (senau) ialah konsonan yan dibentuk dengan menghambat rapat (menutup) jalan udara dari paru-paru melaui rongga hidun,jadi strukurnya rapat.Bersama dengan itu langi-langit lunak besera anak tekaknya diturunkan , sehingga udara keluar melalui ronga hidung.Menurut tempa hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

i) Konsonan nasal bilabial
Konsonan nasal bilabial terjadi bila penghambat articulator aktifnya ialah bibir bawah dan articulator pasifnya ialah bibir atas.Nasal yang terjadi adalah [m]. Contoh :
Bahasa Jawa : mateng ‘masak’ sami ‘sama’ ulam ‘ikan’

ii) Konsonan Nasal apiko-alveolar
Konsonan Nasal apiko-alveolar terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gusi.Nasal yang terjadi ialah [n].
Contoh :
Bahasa Jawa : nangka ‘nangka’ guna ‘guna’ pisan ‘satu kali’

iii) Konsonan Nasal medio-palatal
Konsonan Nasal medio-palatal terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Nasal yang terjadi ialah [ň].
Contoh : nyata ‘nyata’ lunyu ‘licin’

iv) Konsonan Nasal dorso –velar
Konsonan Nasal dorso –velar terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah pangkah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit lunak.Nasal yang terjadi ialah [ŋ].
Contoh :
Bahasa Jawa : ngono ‘begitu’ sungu ‘tanduk’ lawang ‘pintu’

3. Konsonan Paduan (Affricates)

Konsonan Paduan adalah konsonan hambat jenis khusus.Proses terjadinya dengan menghambat penuh arus udara dari paru-paru, kemudian hambatan itu dilepaskan secara bergeser pelan-pelan.Jadi strukturnya rapat kemudian dilepaskan secara perlahan.

Tempat artikulasinya ialah ujung lidah dan bagian belakang (langit-langit keras bagian depan atau prepatal). Bunyi yang erjadi adalah paduan apiko – prepatal [t∫, dζ ]
Contoh
Bahasa inggris : awal tengah akhir
Chin ridges ridge

4. Konsonan Sampingan (Laterals)
Konsonan sampingan dibentuk dengan menutup arus udara di tengah ronga mulut sehingga udara keluar dari melalui kedua samping atau sebuah samping saja.Jadi surkurnya rengang lebar.
Tempat artikulasinya ujung lidah dengan gusi.Bunyi yang dihasilkan disebut sampingan apiko-alveolar.bunyi itu ialah [ l ].
Contoh :
Bahasa jawa : Awal tengah Akhir
Lali ‘lupa’ bali ‘pulang’ sambel ‘sambal’


5. Konsonan Geseran atau Frikatif (Fricative,Frictions)
Konsonan eseran atau frikatif ialah konsonan yang dibentuk dengan menyempitkan jalanya arus udara yang dihembuskan dari paru-paru,sehingga jalanya udara terhalang dan keluar dengan bergeser.Jadi strukturnya idak rapat seperti pada konsonan letup tetapi renggang. Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :





i) Konsonan geseran labio-dental
Konsonan geseran labio-dental terjadi apabila articulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah gigi atas.Bunyi yang di hasilkan adalah [f, v].
Contoh:
Bahasa Jawa/Indonesia : foto veteran saraf

ii) Konsonan geseran apiko-dental
Konsonan geseran apiko-dental terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gigi atas.Bunyi yang di hasilkan adalah [Ө,ð].
Contoh:
Bahasa inggris: thank nothing both


iii) Konsonan geseran apiko-palatal
Konsonan geseran apiko-palatal terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Bunyi yang di hasilkan adalah [ŗ].
Contoh:
Bahasa inggris: Run very arround


iv) Konsonan geseran lamino-alveolar
Konsonan geseran lamino-alveolar terjadi apabila articulator aktifnya adalah daun lidah ujung lidah sedangkan articulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang di hasilkan adalah [s,z].
Contoh:
Bahasa Jawa : sangu’bekal’ alas ‘hutan’ ijazah

v) Konsonan geseran apiko prepalatal
Konsonan geseran apiko prepalatal terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang di hasilkan adalah [∫, ].
Contoh:
Bahasa Inggris: Shop Nation wash


vi) Konsonan geseran dorso-velar
Konsonan geseran dorso-velar terjadi apabila articulator aktifnya adalah pangkal lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit lunak.Bunyi yang di hasilkan adalah [X].
Contoh:
Bahasa Jawa : Ikhtiar Syekh

vii) Konsonan geseran laringal
Konsonan geseran laringal terjadi apabila articulatornya adalah sepasang pita suara.Udara yang melalui paru-paru pada waktu melewati glottis digeserkan.Glotis yang terbuka kemudian menghasilkan bunyi [h].
Contoh:
Bahasa Jawa : hawa tuhu’setia’ sayah ‘lelah’


6. Konsonan Getar (Trills,Vibrants)
Konsonan getar atau geletar ialah konsonan yang dibentuk dengan menghambat jalannya arus udara yang dihembuskan dari dari paru-paru secara-berulang-ulang dan cepat.Jadi strukturnya rapat renggang. Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :


i) Konsonan getar apiko alveolar
Konsonan getar apiko alveolar terjadi bila artikulator aktif yang menyebabkan proses menggetar itu ialah ujung lidah dan artikulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang dihasilkan adalah [r],
Contoh :
Bahasa Jawa : rada ‘agak’ para’para’ pasar ‘pasar’

ii) Konsonan getar uvular
Konsonan getar uvular terjadi adalah artikulatornya aktif yang menyebabkan bergetarnya udara itu ialah pangkal lidah (lidah belakang) dan artikulator pasifnya ialah anak tekak.Bunyi yang dihasilkan ialah [ R ]
Contoh :
Bahasa Prancis : rue [Ry] ‘jalan’ Oral [oRal]

7. Konsonan Sentuhan (tap)
Konsonan sentuhan ialah konsonan yang pembentukannya hampir sama dengan getar tetapi proses bergetar itu hanya terjadi satu kali.Jadi strukturnya rapat renggang pendek sekali.
Tempat artikulasinya ialah ujun lidah dan gusi belakang atau langit-langit.Bunyi yang dihasilkan disebut sentuhan (tap) apiko-alveolar,dilambangkan dengan [ﻠ]
Contoh :
bahasa Tamil: [aﻠam] ‘melihat’
[aram] ‘amal’

8. Konsonan Sentuhan kuat (flap)



9. Konsonan Semi vocal
Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

i) Semi vocal bilabial dan labio-dental
Semi vocal bilabial terjadi bila articulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah bibir atas,bunyi yang terjadi ialah [w]bilabial.Dapat jua bibir bawah bekerja sama dengan gigi atas,yan terjadi adalah [w] labio-dental.
Contoh :
Bahasa Jawa : watu ‘batu’ awu ‘abu’

ii) Semi vocal medio-palatal
Semi vokal medio-palatal terjadi bila articulator aktifnya ialah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah lanit-langit keras.Bunyi yan terjadi adalah [y].
Contoh :
Bahasa Jawa : yen ‘apabila’ ayu ‘cantik’

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar